Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan





Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polri dan Basarnas Intensifkan Pencarian KM Arupadatu 1 di Hari Ketiga

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T12:49:59Z
JAKARTA/Nusantaraindo.TV– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Basarnas dan unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih hilang setelah kapal cepat **KM Arupadatu 1** dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.

Memasuki hari ketiga, Kamis (10/9/2026), sebanyak 59 personel Polri dikerahkan dalam operasi ini. Pencarian dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto, yang turun ke lapangan menggunakan kapal **KP Sanjaya-7017** untuk memantau sekaligus mengoordinasikan penyisiran.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri terus memperkuat operasi dengan mengerahkan personel dan sarana guna memperbesar peluang menemukan korban.

“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal,” ujar Trunoyudo.

Dalam operasi tersebut, **KP Sanjaya-7017** membawa 36 personel yang terdiri dari awak kapal, personel Ditpolairud Polda Banten, Basarnas, serta awak media. Sementara itu, kapal **KN SAR Tetuka** juga diperkuat personel tambahan dari Ditpolairud.

Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi enam sektor dengan luas total mencapai 2.483 nautical mile square (NM²). KP Sanjaya-7017 bertugas di sektor B yang dibagi menjadi delapan sub-sektor (B1–B8), sedangkan KN SAR Tetuka menyisir sektor C dengan delapan sub-sektor (C1–C8).

Pembagian sektor ini dilakukan untuk memastikan pencarian berlangsung sistematis, terukur, dan tidak ada wilayah yang terlewat. Metode pencarian juga mempertimbangkan berbagai faktor seperti posisi terakhir kapal, arah angin, arus laut, gelombang, serta kondisi cuaca.

Operasi pencarian melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Polri, Basarnas, TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, nelayan, masyarakat, hingga media. Beragam sarana turut dikerahkan, mulai dari kapal patroli, RIB, drone thermal, hingga dukungan udara dan peralatan komunikasi.

Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan tebal hingga berkabut, dengan kecepatan angin sekitar 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Selain itu, luasnya area pencarian dan dinamika arus laut menjadi tantangan tersendiri.

Pencarian difokuskan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, sehingga aspek keselamatan personel menjadi prioritas utama. Aktivitas gunung api dan kondisi perairan terus dipantau secara intensif.

“Kami memahami keluarga korban menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel,” tegas Trunoyudo.

Selain operasi SAR, Polri juga melakukan penyelidikan terkait hilangnya kapal. Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk pemilik kapal dan pekerja galangan, guna mengungkap kronologi sebelum kapal hilang kontak.

Polri juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi terkait keberadaan kapal atau korban agar segera melapor kepada petugas. Masyarakat diminta tidak melakukan pencarian secara mandiri tanpa koordinasi karena berisiko tinggi.(RLS) 


×
Berita Terbaru Update